LOGIN

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday66
mod_vvisit_counterYesterday287
mod_vvisit_counterThis week1093
mod_vvisit_counterThis month3508
mod_vvisit_counterAll days720468

MAP

WHO'S ONLINE

We have 39 guests online
Featured Links:

Banner
Banner
Banner

Search in this site

Search in Google

Bahasa IndonesiaEnglish (United Kingdom)
Home

Welcome to Faculty of Engineering UBAYA

  • Foto: Team doc. ITFEST
  • Foto: Team doc. ITFEST
  • Foto: Team doc. ITFEST
  • Foto: Team doc. ITFEST
  • Foto: Team doc. ITFEST
  • Foto: Team doc. ITFEST
  • Foto: Team doc. ITFEST
  • Foto: Team doc. ITFEST
  • Foto: Team doc. ITFEST
  • Foto: Team doc. ITFEST
  • Foto: Team doc. ITFEST
  • Foto: Team doc. ITFEST
  • Foto: Team doc. ITFEST
  • Foto: Team doc. ITFEST
Dua Jalur yang Berbeda tetapi Saling Mendukung
Monday, 13 February 2012 00:00
Share | |

Suatu kemajuan yang baik jikalau ada salah satu SMK di Indonesia yang bisa membuat mobil berbahan bakar gas. Memang kita seharusnya turut bangga terhadap hal tersebut. Namun bukan berarti tingkatan pendidikan yang lebih tinggi yaitu mahasiswa dikatakan kalah terhadap siswa SMK.


alt


"Dr. Dra. Amelia, M.T

Sebab terdapat dua jalur yang berbeda di dalam dunia pendidikan sendiri, yaitu jalur akademik dan jalur profesi. Pendidikan didalam dunia perkuliahan merupakan jalur akademik. Mahasiswa pastinya diberi pembekalan berupa pola pikir yang lebih luas secara desain atau membuat benda yang sudah ada menjadi lebih baru dan inovatif. Dimana pola pikir mahasiswa diasah untuk memperbaharui yang sudah ada.

Setiap mahasiswa dituntut membuat sesuatu hal yang baru berdasarkan pengetahuan luas dan bertumpu pada teori yang kuat. Dan mahasiswa S1 memang diajarkan materi umum yang kerap kali disebut secara general. Berbeda halnya dengan jalur profesi. Jalur profesi cenderung melatih kemampuan seseorang dalam membuat atau merakit benda.

“Untuk mahasiswa yang berada pada jalur profesi, tidak berarti tidak dapat menjadi seorang direktur atau jabatan tinggi lainnya,” tutur Dekan Teknik Dr. Dra. Amelia, M.T. Semua hal tersebut memungkinkan jika didasarkan dengan kemauan gigih untuk belajar lebih lagi. Sebab kenyataan dalam dunia kerja, seseorang membutuhkan kreatifitas yang tinggi dan harus berpikir untuk masa depan.

Menurut Dr. Dra. Amelia, M.T., di era millennium ini memang tidaklah mudah menjalani suatu pekerjaan. Jika ingin mendapatkan sesuatu yang diinginkan atau yang akan dicapai, memerlukan usaha yang cukup keras. Banyak hal yang harus dipelajari dan dikembangkan untuk mendukung di dunia pekerjaaan. “Perlu sedikit kerja keras dan untuk masa depan, konsep teknik tetap diperlukan. Karena semakin ke depan, kretifitas selalu baru dan tidak pernah mati,” ungkap dekan FT ini. Di dalam setiap bidang memiliki pengetahuan yang berbeda dan memiliki hasil yang berbeda. Kedepannya lebih baik kita semua saling bahu-membahu dalam membangun Negara Indonesia.

dikuti dari : www.ubaya.ac.id

 
Kreatif... Membuat Jungkat-Jungkit dari Kardus Bekas Print
Monday, 16 January 2012 00:00
Share | |

suarasurabaya.net| Bahan kardus bekas ternyata bisa dimanfaatkan menjadi mainan anak-anak seperti jungkat-jungkit. Bentuknya pun juga bisa dibuat bermacam-macam.

Mahasiswa Jurusan Desain Manajemen Produk (DMP) Fakultas Teknik Universitas Surabaya (Ubaya) berhasil memanfaatkan bahan bekas itu menjadi mainan jungkat-jungkit berbentuk sepeda motor, pesawat terbang, singa laut, jerapah dan masih banyak lainnya.

Read more...
 
Peluang Industri Manufaktur di Sektor Produk Otomotif
Friday, 13 January 2012 10:47
Share | |

Oleh: Yuwono B Pratiknyo, ST. MT

Ketua Program Studi Teknik Manufaktur &

Koordinator Program Desain dan Manajemen Produk

Universitas Surabaya

Read more...
 
Badai Matahari, mahasiswa baru DMP semarakkan acara Xpres2eXist
Friday, 25 November 2011 09:37
Share | |

Meriah, dominan warna merah, kuning dan oranye menghiasi acara kampus ini. Sebanyak 45 mahasiswa Desain dan Manajemen Produk UBAYA menggelar Fashion parade bertema besar “Solar Storm, Solar Blast!” dalam acara Xpres2eXist kompas kampus, sebuah acara kerjasama antara Kompas, BCA, dan UBAYA yang digelar pada 10 dan 11 November 2011.


Read more...
 
Kompas Kampus Xpress2eXist Semarakkan Ubaya
Friday, 25 November 2011 09:21
Share | |

Woww!! Mungkin itulah ungkapan yang pas untuk menggambarkan suasana kampus Ubaya Tenggilis, Kamis 10 November 2011. Tepat pada Hari Pahlawan itu, kampus II Ubaya digemparkan dengan Kompas Kampus dengan tema Xpress2eXist. Kompas Kampus kali ini sendiri terselenggara berkat kerjasama harian Kompas, BCA, dan Warta Ubaya.

Read more...
 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>