LOGIN

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday21
mod_vvisit_counterYesterday143
mod_vvisit_counterThis week21
mod_vvisit_counterThis month3137
mod_vvisit_counterAll days642944

MAP

Bahasa IndonesiaEnglish (United Kingdom)
Home News Raih 4 trophy di Industrial Mechatronics & Automation Competition (IMAC) 2015
Raih 4 trophy di Industrial Mechatronics & Automation Competition (IMAC) 2015
Sunday, 25 October 2015 20:37
Share | |

Dalam gelaran Industrial Mechatronics & Industrial Automation yang di gelar di ITS pada tanggal 19-24 Oktober 2015, Teknik Elektro Universitas Surabaya berhasil menyabet 4 Juara.  Kategori yang berhasil disabet adalah :

  • Juara 1 LabVIEW Programming Advance atas nama Clark Arron dan Ervin Surya Harianto.
  • Juara 2 Rockwell Automation – Integrated Architecture Builder atas nama Renaldy Johan dan Andrianto Tannujaya
  • Juara 3 Rockwell Automation – Integrated Architecture Builder atas nama Arif Febri H dan Candra Mahardika.
  • Juara 3 Autonics HMI Panel Programming atas nama Michael Agun dan Denny Arief Kurnia.

Capaian ini sangat membanggakan walaupun ada beberapa kategori yang lepas dari genggaman (hanya mencapai 5 besar) di antaranya kategori Siemens PLC Programming Advance dan tim lain di LabVIEW Programming Advance.  Hasil ini menunjukkan bahwa salah satu visi Jurusan Teknik Elektro Universitas Surabaya untuk unggul dan diakui di bidang Industrial Robotic Design perlahan tapi pasti mulai terlihat.  Hal ini terbukti bahwa tahun lalu Jurusan Teknik Elektro Universitas Surabaya juga menyabet 4 gelar di ajang yang sama, yang kala itu masih bernama Industrial Automation and Robotic Competition (IARC).

Clark Arron mengaku puas dengan capaian kali ini karena berhasil mempertahankan gelar yang sama yang tahun lalu juga diraih mahasiswa Teknik Elektro Universitas Surabaya.  Mahasiswa angkatan 2012 yang kebetulan Tugas Akhirnya menggunakan software LabVIEW untuk mengontrol terbang secara autonomous AR.Drone ini yakin sejak awal dapat mengikuti lomba ini, walaupun sempat dalam penyisihan dan semifinal nilai mereka selalu berada dalam 5 besar.  Kepercayaan dosen pembimbing dan rekan rekannya dibayar tuntas di babak final dengan nilai tertinggi yang dalam lomba ini berpasangan dengan  Ervin Surya Hariyanto.

Pengalaman berharga juga didapat oleh pasangan Michael Agun (angkatan 2012) dan Denny Arief Kurnia (angkatan 2014).  Turun di dua kategori lomba, pasangan ini menjadi tim dari Jurusan Teknik Elektro Universitas Surabaya yang pertama kali tanding.  Michael mengaku merasa ada beban mental karena harus menjadi tim pembuka dari Elektro Ubaya, namun support dari rekan rekannya membawanya hingga putaran Final kategori Siemens PLC Programming Advance menyisihkan 30 lebih tim yang ada.  Namun keberuntungan belum berpihak kepada tim ini, karena hasil akhir menempatkannya tidak berada pada 3 besar.  Sempat kecewa, tim ini mempersiapkan kategori berikutnya yaitu Autonics HMI Panel Programming yang kebetulan menjadi penutup untuk tim Elektro Ubaya.  Sekali lagi ada rasa beban mental karena menjadi tim penutup yang diharapkan menjadi tambahan tropi untuk Teknik Elektro Universitas Surabaya.  Kepercayaan itu dijawab tuntas dengan meraih posisi ke-3 di kategori ini.

Dua tim lainnya yang bertanding di kategori Rockwell Automation – Integrated Architecture Building menunjukkan kematangan konsepnya.  Kategori ini sangat menarik karena mahasiswa diberi tantangan untuk merancang arsitektur otomasi industri, menentukan hardware yang sesuai hingga keluar bill of material yang digunakan dan laporan dalam bentuk word.  Dibabak final mereka harus mempresentasikan rancangan mereka dihadapan para juri.  Hasil penyisihan menempatkan 5 wakil yaitu 2 dari Universitas Surabaya dan 3 dari ITS.  Menghadapi babak final ini 2 tim bekerja ekstra keras untuk memperbaiki rancangan mereka dan mempersiapkan presentasi mereka.  Powerpoint slides selesai dibuat jam 02.30 dini hari, dilanjutkan istirahat tidur 1.5 jam karena jam 4.00 pagi harus sudah bangun untuk latihan presentasi karena jam 8 pagi harus sudah siap untuk babak final.  Persiapan ini tidak sia sia karena tim Smart Students 1 (Renaldy Johan – Andrianto Tannujaya) berhasil meraih Juara 2 dan tim Smart Students 2 (Arif Febri – Candra Mahardika) meraih Juara 3.  Capaian ini cukup membanggakan bagi mahasiswa.

Sebagai pembimbing, Agung Prayitno merasa bangga memiliki mahasiswa mahasiswa yang ulet, pantang menyerah dan terbukti bisa bersaing dengan mahasiswa mahasiswa lain dari berbagai pelosok negeri.  Pada awalnya, Agung hanya berharap bahwa dengan mengikuti lomba IMAC ini mahasiswa memperoleh pengalaman lain dengan berbagai ilmu industrial automation terkini yang digunakan di Industri.  Sehingga dalam setiap tim yang berlomba hanya, Agung hanya berpesan “ Do your best!, apapun hasilnya saya bangga terhadap kalian”.  Rupanya pesan ini yang malah membuat mahasiswa dapat bekerja dengan maksimal. (AP)