LOGIN

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini13
mod_vvisit_counterKemarin299
mod_vvisit_counterMinggu ini621
mod_vvisit_counterBulan ini7078
mod_vvisit_counterSemua784575

MAP

WHO'S ONLINE

Kami memiliki 42 tamu online
Featured Links:

Banner
Banner
Banner

Cari di web ini

Cari di Google

Bahasa IndonesiaEnglish (United Kingdom)
Home

Selamat Datang di Fakultas Teknik Universitas Surabaya

  • JoomlaWorks Simple Image Rotator
  • JoomlaWorks Simple Image Rotator
  • JoomlaWorks Simple Image Rotator
  • JoomlaWorks Simple Image Rotator
  • JoomlaWorks Simple Image Rotator
  • JoomlaWorks Simple Image Rotator
  • JoomlaWorks Simple Image Rotator
  • JoomlaWorks Simple Image Rotator
  • JoomlaWorks Simple Image Rotator
  • JoomlaWorks Simple Image Rotator
  • JoomlaWorks Simple Image Rotator
  • JoomlaWorks Simple Image Rotator
  • JoomlaWorks Simple Image Rotator
  • JoomlaWorks Simple Image Rotator
UBAYA Juga Usung Target Juara PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Administrator   
Senin, 09 Juni 2008 15:46
Share | |

Final Kontes Robot Indonesia (KRI) dan Kontes Robot Cerdas Indonesia (KRCI) baru dilaksanakan pada Sabtu (14/6) di kampus Universitas Indonesia (UI). Namun, sejumlah kampus asal Jatim telah bertekad memboyong juara di kompetisi robot paling bergengsi antarkampus itu.


Bukan hanya PENS-ITS yang sebelumnya telah memasang target mempertahankan juara. Peserta dari Universitas Surabaya (Ubaya) juga telah menebar target juara. Dua robot jagoan kampus tersebut, yakni Blue Duck-Teus dan Black Ant-Teus, diharapkan unggul di kelas masing-masing.

Untuk bisa menggondol gelar juara, tim robot Ubaya terus mematangkan dua robot tersebut. Mulai mengganti mekanik sampai mengubah gaya jalan robot. "Persiapan terus kami matangkan. Kami memang menarget juara di Jakarta," kata Ketua Jurusan Teknik Elektro Ubaya Nemuel Daniel Pah kemarin (8/6).

Dia menegaskan, pembenahan yang menonjol adalah mengganti mekanik robot. Tujuannya, akselerasi robot nanti bisa benar-benar supercepat dalam menemukan boneka hingga mematikan lilin. Termasuk, menambahkan semprotan air untuk tantangan mematikan api.

Selain itu, timnya mengubah gaya jalan robot Blue Duck-Teus. Semula, jalan robot tersebut megal-megol mirip bebek. Namun, kini tim itu memutuskan jalan robot tersebut menjadi jumpalitan. "Kalau begitu, jalannya lebih cepat," jelas pria 39 tahun tersebut sambil menunjukkan robot andalannya. (git/hud)


dikutip dari Jawapos, 9 Juni 2008
[eko]