LOGIN

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini51
mod_vvisit_counterKemarin192
mod_vvisit_counterMinggu ini51
mod_vvisit_counterBulan ini5791
mod_vvisit_counterSemua623038

MAP

Bahasa IndonesiaEnglish (United Kingdom)
Home Berita Jadikan Ponsel Manajer Keuangan Pribadi - Mahasiswa Informatika Ubaya Juara II Nasional
Jadikan Ponsel Manajer Keuangan Pribadi - Mahasiswa Informatika Ubaya Juara II Nasional
Sabtu, 25 Juli 2009 08:43
Share | |

SURABAYA - Venny Juliana kini punya "manajer keuangan pribadi". Mahasiswa semester 5 Teknik Informatika Universitas Surabaya (Ubaya) itu tidak akan lagi pusing menghitung pemasukan dan pengeluarannya setiap bulan. "Manajer keuangan pribadi" Venny tidak lain adalah handphone yang setiap saat ada di tangannya.



Venny bersama Christina Sutedja menunjukkan aplikasi buatan mereka.
Venny bersama Christina Sutedja menunjukkan
aplikasi buatan mereka.


Berkat handphone itu pula, Venny bersama Christina Sutedja dan Fanny Pricilia berhasil menjadi juara II ajang Open Jive 2009, sebuah lomba rancang aplikasi yang diadakan SUN Microsystem, developer java dari Amerika. Ketiganya berhasil merancang aplikasi software pengontrol keuangan di ponsel. Aplikasi itu mereka sebut Personal Finance Manager.

Aplikasi tersebut mampu bekerja sebagai pencatat sekaligus pengingat pengeluaran dan pemasukan keuangan. Dalam aplikasi itu, tersedia menu pemasukan dari gaji atau pendapatan lain. ''Tinggal di-input-kan saja nominalnya," jelas Venny.

Selanjutnya, setiap kali mengeluarkan uang untuk suatu keperluan, pengguna tinggal mencatat di menu pengeluaran. Aplikasi itu akan otomatis mengurangi pendapatan. "Jika total pengeluaran sudah mendekati jumlah pendapatan, sistem memperingatkan. Batasnya bisa diatur," tutur Venny.

Jika pengeluaran telah melebihi pendapatan, lanjut dia, otomatis akan muncul peringatan dan terdapat pilihan alternatif. Misalnya, jika pengguna menggunakan kartu kredit, sistem masih bisa mencatat berapa pengeluaran tiap bulan. "Pokoknya, semua pengeluaran tercatat rapi," jelasnya.

Tiap akhir bulan, aplikasi menyuguhkan diagram lingkaran berisi grafik tentang jumlah pengeluaran total. "Sistem langsung mempresentasikan berapa persen untuk makan, belanja, transportasi, dan lain-lain," paparnya.

Ide inovatif itu muncul dari pengalaman Venny yang selalu mencatat pendapatan dan pengeluarannya dalam buku. "Tapi, membawa buku terus kan ribet," ujar Venny sambil tersenyum.

Bimbingan dosen Teknik Informatika Ubaya Njoto sangat berperan dalam merancang aplikasi tersebut hingga Venny dan tim meraih juara II.

Dalam lomba itu, ada 18 tim peserta dari berbagai perguruan tinggi. Pada 15 Juni lalu, Venny, Christina, dan Fanny dipanggil panitia ke Jakarta. Mereka lolos sebagai finalis bersama tim UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta, (juara I) dan Universitas Ahmad Dahlan, Jogjakarta, (juara III). (alb/roz)

dikutip dari Jawapos 25 Juli 2009