LOGIN

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini5
mod_vvisit_counterKemarin151
mod_vvisit_counterMinggu ini592
mod_vvisit_counterBulan ini4221
mod_vvisit_counterSemua634031

MAP

Bahasa IndonesiaEnglish (United Kingdom)
Home Berita Kalau Menjadi Guru Besar Jangan Lupa Orang Kecil
Kalau Menjadi Guru Besar Jangan Lupa Orang Kecil
Rabu, 14 Oktober 2009 09:11
Share | |

Peluang untuk menerapkan pengukuran kinerja supply chain sebenarnya sangat terbuka dalam berbagai lingkungan industri saat ini. Tentu bukan hal yang sulit bagi supply chain pupuk, koran, LPG, bahkan perguruan tinggi untuk mengukur kinerja supply chain-nya, selanjutnya digunakan untuk pengembangan. Pertanyaannya: Siapa yang akan memulai ?.



Atas: Prof.Ir Joniarto Parung MMBAT PhD dalam pidato pengukuhannya sebagai guru besar bidang Supply Chain Management, bawah : Prof.Ir Joniarto Parung MMBAT PhD dan keluarga
Atas: Prof.Ir Joniarto Parung MMBAT PhD dalam pidato
pengukuhannya sebagai guru besar bidang Supply Chain
Management, bawah : Prof.Ir Joniarto Parung MMBAT PhD dan keluarga


Pernyataan itu terlontar oleh Prof.Ir Joniarto Parung MMBAT PhD dalam pidato pengukuhannya sebagai guru besar bidang Supply Chain Management, Fakultas Teknik Universitas Surabaya di Kampus Ubaya, Tenggilis, pada Sabtu, 10 Oktober 2009. Bertempat di gedung perpustakaan lt V, dosen tetap di lingkungan FT ini memaparkan pidatonya yang berjudul “Pengukuran Kinerja Rantai Pasok (Supply Chain): Teori dan Aplikasi “.

Pria yang akrab disapa Prof Joniarto ini mengutarakan, berbagai tantangan, hambatan dan peluang dari persaingan global yang semakin ketat, perkembangan teknologi informasi dan transportasi, serta perilaku konsumen yang semakin kritis terhadap kinerja produk dan jasa yang dihasilkan organisasi mendorong perusahaan-perusahaan di berbagai belahan dunia untuk memikirkan strategi terbaik memenuhi harapan dan kebutuhan konsumen. “Salah satunya dengan melibatkan diri dalam suatu rantai pasok,” ujar mantan perwira TNI AD ini.

Tokoh dalam Keluarga

Dimata keluarga, Prof Joniarto dikenal sebagai suami dan orang tua yang baik serta bertanggung jawab besar. Bangga dan gembira jika salah satu kerabat ataupun anggota keluarga kita menjadi seorang guru besar. Hal ini pun dirasakan oleh Ir Tjatur Agung Setijari MM, yang tak lain adalah Istri dari Prof Joniarto. Dimata Tjatur, sapaan akrabnya, sosok Joniarto adalah suami yang sangat baik dan tokoh dalam keluarga. “Selain aktif dalam kegiatan gereja, beliau selalu meluangkan waktunya untuk keluarga,” ujar Tjatur yang menganggap Prof Joniarto juga sebagai sahabat. “Seperti yang dikatakan pak rektor, bahwa guru besar adalah puncak dari guru,” tambahnya.

Karena itulah, Rektor Ubaya, Prof Drs ec Wibisono Hardjopranoto MS., menyampaikan terimakasih atas kehadiran keluarga dalam memberikan dukungan terhadap atakvitas studinya Pak Joniarto sehingga hari ini dikukuhkan menjadi guru besar di Ubaya.

Hal yang sama disampaikan Ketua Yayasan Ubaya, Anton Prijatno, SH.. Ia memberikan ucapan selamat bergabung dengan guru besar yang lainnya di Ubaya. Ilmu yang ada di di perguruan tinggi diharapkan bisa diterapkan untuk kepentingan Ubaya dan masyarakat yang lebih luas.  Mantan Rektor ini juga mengharapkan kalau sudah menjadi guru besar jangan lupa mengangkat derajat kehidupan orang kecil. ”Kalau sudah menjadi guru besar orang kecilnya juga ikut terngkat  melalui ilmu yang kita kuasai”, pesannya (pq/wu)

dikutip dari www.ubaya.ac.id