LOGIN

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini56
mod_vvisit_counterKemarin114
mod_vvisit_counterMinggu ini1154
mod_vvisit_counterBulan ini3559
mod_vvisit_counterSemua633369

MAP

Bahasa IndonesiaEnglish (United Kingdom)
Home Berita Mahasiswa Ubaya Ciptakan Game Dolanan
Mahasiswa Ubaya Ciptakan Game Dolanan
Sabtu, 07 November 2009 08:52
Share | |

SURABAYA (SI) – Hobi bermain game membuat Dwi Purnomo Adi, mahasiswa Universitas Surabaya (Ubaya), menciptakan software permainan tradisional yang dikenal dengan nama Surakarta.


Tampilan Game Surakarta buatan Dwi Purnomo Adi
Tampilan Game Surakarta buatan Dwi Purnomo Adi


Permainan ini mirip dengan catur, tapi menggunakan 12 pion. Jalannya pion tersebut sama dengan raja dalam catur.“Pion-pion ini bisa bergerak satu langkah. Bisa maju, mundur, samping kiri dan kanan, serta menyerong,”kata Purnomo di Kampus Ubaya, Jalan Ngagel Jaya Selatan, Surabaya, kemarin. Namun untuk bisa memakan musuhnya, pion itu harus memutar. Arena permainan tersebut mirip dengan jalan layang Semanggi di Jakarta jika dilihat dari atas.

“Pion yang lebih dulu habis, dialah yang kalah,”imbuh mahasiswa Jurusan Teknik Informatika ini. Software game Surakarta tersebut dijadikannya sebagai tugas akhir perkuliahan. Purnomo akan diwisuda bersama 1.086 mahasiswa Ubaya lainnya pada hari ini, Sabtu (7/11). “Sebenarnya ada beberapa tema untukt ugas akhir. Tapi saya pilih game Surakarta ini karena sudah hampir punah. Sekalian untuk melestarikan permainan tradisional,” kata pria yang hobi bermain basket. Game Surakarta memiliki tiga level kesulitan.

Bisa dimainkan dua orang, juga bisa satu orang melawan komputer. Dia memerlukan waktu hampir dua bulan untuk menyelesaikan tahap ini, dari total waktu tiga bulan yang dibutuhkan. Ke depan dirinya ingin mengembangkan software ini menjadi tiga dimensi.“Mungkin ditambahi ilustrasi musik. Seperti permainan catur yang sekarang kan ada gerakan pertempuran antar bidaknya,” kataPurnomo. (zaki zubaidi)

dikutip dari Seputar Indonesia online, Sabtu 07 Nopember 2009