LOGIN

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini94
mod_vvisit_counterKemarin146
mod_vvisit_counterMinggu ini545
mod_vvisit_counterBulan ini2607
mod_vvisit_counterSemua642414

MAP

Bahasa IndonesiaEnglish (United Kingdom)
Home Berita Teknik Industri Universitas Surabaya Menggelar Konferensi Nasional
Teknik Industri Universitas Surabaya Menggelar Konferensi Nasional
Rabu, 02 Desember 2009 16:00
Share | |

suarasurabaya.net| Sekitar 120 akademisi dari 15 perguruan tinggi negeri dan swasta se Indonesia bakal menghadiri National Industrial Engineering Conference (NIEC), 2-3 Desember 2009 di Hotel Novotel Surabaya.



NIEC merupakan konferensi teknik industri nasional yang diselenggarakan secara reguler oleh Jurusan Teknik Industri Universitas Surabaya yang didukung oleh berbagai pihak, baik pemerintah dan swasta, institusi pendidikan maupun non-pendidikan.

Sejak penyelenggaraan pertama pada tahun 2002, NIEC secara konsisten menyebarluaskan informasi yang berkenaan dengan berbagai paradigma baru yang berkembang di dunia bisnis dan industri yang semakin kompetitif dan tanpa batas.

INDRI HAPSARI Sekretaris NIEC pada suarasurabaya.net, Selasa (01/12), mengatakan, untuk tahun ini tema yang diangkat adalah “Industrial Engineering in a Competitive and Borderless World: Innovation and Technopreneurship for Improving National Economics”, terdiri atas seminar dan workshop.

Untuk seminar, kata INDRI, dihadirkan tiga pembicara yakni BUDI SANTOSO Direktur PT Agrindo, BENY PURNOMO dari PT Sampoerna Tbk dan Profesor JONNY ARTHO PARUM dari Ubaya. Sedangkan workshop mengupas soal business plan dan market survey.

”Para akademisi, praktisi perusahaan, konsultan dan profesional lainnya bisa mempelajari praktik dan teknik terbaik yang telah berhasil diaplikasikan di dunia industri dalam menghadapi era globalisasi. Diharapkan pula bisa menambah dan bertukar pandangan mengenai teori-teori terakhir, metode-metode, dan ide-ide yang dikembangkan oleh para ahli serta menjalin hubungan kerjasama antara peneliti/ahli dengan
dunia industri,”papar INDRI.

INDRI menambahkan meski difokuskan pada para akademisi, masyarakat umum bisa mengikuti seminar dan workshop. ”Masyarakat bisa mengaplikasikan paparan pembicara yang memang aplikatif dan inovatif,”tukasnya. (tin)


Sumber: suarasurabaya.net, 1-12-2009