LOGIN

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini35
mod_vvisit_counterKemarin143
mod_vvisit_counterMinggu ini35
mod_vvisit_counterBulan ini3151
mod_vvisit_counterSemua642958

MAP

Bahasa IndonesiaEnglish (United Kingdom)
Home Berita Teknik Manufaktur Universitas Surabaya Kenalkan LHE pada UKM
Teknik Manufaktur Universitas Surabaya Kenalkan LHE pada UKM
Kamis, 26 Agustus 2010 10:51
Share | |

Ubaya menggugah kesadaran masyarakat terutama Usaha Kecil Menengah (UKM) untuk peduli pada isu penghematan listrik. Tak hanya bicara, Ubaya lewat Program Studi Teknik Manufaktur mengadakan Pelatihan Perakitan Lampu Hemat Energi (LHE) pada 23-28 Agustus nanti. Bertempat di gedung teaching industry Ubaya, kegiatan ini diikuti oleh 20 UKM yang berasal dari Surabaya dan Sidoarjo.

Pelatihan Perakitan Lampu Hemat Energi (LHE) oleh Teknik Manufaktur Ubaya
Pelatihan Perakitan Lampu Hemat Energi (LHE)
oleh Teknik Manufaktur Ubaya



Acara yang baru pertama diadakan ini menggandeng pula Direktorat Industri Elektronika sekaligus Direktur Industri Alat Transportasi dan Telematika Kementerian Perindustrian, Ir Syarif Hidayat MM.  Dibuka oleh Susila Candra selaku Kepala Jurusan Prodi Manufaktur Ubaya dan turut dihadiri pula oleh Ir Benny Lianto ST MMBAT sebagai Dekan Fakultas Teknik.

Dalam kegiatan ini, peserta diajak memahami peran Standar Nasional Indonesia (SNI) pada industri LHE serta mengenal SNI 04-6504-2001 yang digunakan sebagai standar dalam produksi lampu LHE. Materi yang akan dibagikan pun tak jauh seputar penerapan SNI dalam industri LHE dan pengenalan SNI 04-6504-2001 LHE atau yang lebih dikenal dengan lampu swa ballast.

Dibuka dengan materi pengenalan komponen lampu LHE, peserta diberi materi dasar cara kerja LHE untuk menghemat energi. Peserta pun mendapat pengetahuan berharga agar bisa memperoleh manfaat besar namun tetap di jalur keamanan dan kesehatan yang baik dalam berindustri. Kegiatan ini pun oleh peserta dianggap sangat realistis dan sesuai untuk level UKM. ”Saya harap Ubaya masih mau memberi pendampingan lebih lanjut dalam pelaksanaan nanti,” harap Arif Harianto, salah satu peserta.

Direktur Industri Alat Transportasi dan Telematika Kementrian Perindustrian, Ir Syarif Hidayat MM juga mengungkapkan pujiannya pada kegiatan yang diadakan Ubaya ini. Menurutnya, Ubaya sebagai universitas besar telah ikut membantu pemerintah dalam memberi layanan pendidikan bagi masyarakat. Dengan fasilitas yang dimiliki Ubaya, Syarif berharap Ubaya bisa menjadi mitra bagi UKM untuk mengembangkan unit kegiatan yang mereka miliki. ”Kelemahan UKM adalah mereka tidak punya ahli untuk untuk meneliti sesuatu. Namun Ubaya telah memberi jawaban bagi masalah ini,” terangnya. (mei/wu)