LOGIN

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini108
mod_vvisit_counterKemarin166
mod_vvisit_counterMinggu ini544
mod_vvisit_counterBulan ini4173
mod_vvisit_counterSemua633983

MAP

Bahasa IndonesiaEnglish (United Kingdom)
Home Berita Terinspirasi Antre Parkir, Bikin Identifikasi Tulisan Tangan
Terinspirasi Antre Parkir, Bikin Identifikasi Tulisan Tangan
Senin, 18 Oktober 2010 14:28
Share | |

Gubeng - Bermula dari antre lama di sebuah perbelanjaan, Steffie Sugiarto terinspirasi untuk menciptakan program yang bisa mempercepat proses parkir. Yakni, program pemindaian pelat nomor karena pada tahap pencatatan pelat nomor itulah yang biasanya memakan banyak waktu.


"Ini masih konsep dasarnya saja," ujar Steffie saat ditemui di ruang Direktorat Marketing dan Public Relations Universitas Surabaya (Ubaya) kemarin (15/10).

Mahasiswa Jurusan Teknik Informatika, Ubaya, itu menjelaskan, bagian mendasar dari sebuah pelat nomor kendaraan adalah angka dan huruf Itu lah yang dia garap terlebih dahulu dalam program yang dibuat untuk tugas akhir tersebut.

Sebenarnya, kata steffie, aplikasi yang diciptakannya itu merupakan pengembangan dari bahasa pemrograman matlab. Matlab bisa membaca pixel gambar dan menerjemahkannya dalam matrik tiga dimensi berupa angka-angka 0-255.

Gadis kelahiran Makasar, 28 September 1988, itu tinggal menambahkan logika dan input data untuk mengklasifikasi bentuk huruf, angka dan simbol.

Namun, proses yang dilakoni Steffie cukup rumit. Sebab, dia harus melewati tiga tahap dalam pembacaan matrik angka itu. Pertama, proses erosi, yakni penghapusan pixel yang terpisah dari gambar utama. Kedua, delasi dengan mempertebal gambar untuk menyambung huruf yang terpisah.


Langkah terakhir, normalisasi atau perubahan ukuran gambar. Selanjutnya, dimasukkan ke dalam program yang dia buat.

Sampai saat tugas akhirnya itu kelar, program yang dibuat Steffie telah bisa semua membaca alfabet, angka, dan dua simbol, yakni dan /. Namun ada sedikit masalah ketika harus membedakan antara huruf O dan angka 0. Sebab keduanya memiliki bentuk yang hampir sama.

Tapi itu bisa disiasati dengan mengidentifikasi karakter sebelumnya, jelasnya. Tugas akhir berjudul Pembuatan Program Pengidentifikasian Tulisan Tanda dan Citra Digital tersebut akan dikembangkan lebih lanjut.Steffie mengatakan bahwa prospek aplikasi yang dibuatnya
itu bisa dikembangkan untuk membaca data pada lembar formulir pengisian di bank. Bisa juga untuk membaca naskah kuno, kalau dikembangkan kata Steffie. Tugas Akhir yang dimulai pada Desember 2009 dan disidangkan pada Juni 2010 tersebut mendapat bimbingan dari dua dosen, Budi hartanto dan Kestrilia Rega Prilianti. Steffie meraih nilai A.

Menurut Budi, seperti yang dituturkan Steffie, keakuratan aplikasi yang dibuat untuk membaca tulisan tangan pada citra digital itu perlu ditingkatkan lagi agar bisa dikonsumsi masyarakat umum. Jalan untuk kesitu terbuka lebar, ujar dara berambut panjang itu.

Jawa Pos , 16-10-2010