LOGIN

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini51
mod_vvisit_counterKemarin192
mod_vvisit_counterMinggu ini51
mod_vvisit_counterBulan ini5791
mod_vvisit_counterSemua623038

MAP

Bahasa IndonesiaEnglish (United Kingdom)
Home Berita Hasil Karya Mahasiswa MK Standardisasi Jurusan Teknik Industri-Universitas Surabaya di Apresiasi oleh Peserta ICES Worskhop & WSC Academic Day 2011
Hasil Karya Mahasiswa MK Standardisasi Jurusan Teknik Industri-Universitas Surabaya di Apresiasi oleh Peserta ICES Worskhop & WSC Academic Day 2011
Jumat, 08 Juli 2011 14:33
Share | |

Untuk kali kedua setelah hadir di Geneva-Swiss, Universitas Surabaya kembali hadir sebagai anggota delegasi Republik Indonesia (DELRI) dalam International Cooperation on Education about Standardization (ICES) Workshop & World Standard Cooperation (WSC) Day 2011 yang diselenggarakan di Hangzhou-China.

Hasil Karya Mahasiswa MK Standardisasi Jurusan Teknik Industri-Universitas Surabaya di Apresiasi oleh Peserta ICES Worskhop & WSC Academic Day 2011
Hasil Karya Mahasiswa MK Standardisasi Jurusan Teknik Industri-Universitas Surabaya
di Apresiasi oleh Peserta ICES Worskhop & WSC Academic Day 2011

Delegasi Indonesia yang terdiri dari Tisyo Haryono,Muslim Nart Hayat, Haryanto ketiganya dari Badan Standardisasi Nasional (BSN), Bambang Purwanggono (UNDIP), dan Muhammad Rosiawan (UBAYA) mempresentasikan makalah terkait dengan Kurikulum Standardisasi, Pengalaman BSN dalam menjalin kerjasama dengan Universitas dalam Pendidikan Standardisasi dan penggunaan Media Pembelajaran  atau sosialisasi sebagai salah satu sarana mensosialisasikan standar di masyarakat.


Forum yang disponsori oleh tiga lembaga standar internasional terbesar di dunia yaitu ISO, ITU, IEC dan tuan rumah Jiliang University-China sebagai pemenang ISO Award for Higher Education tahun 2007, dihadiri oleh sekitar 100 peserta dari 12 Negara (antara lain : USA, Germany, Denmark, Belanda, England, Japan, China, Indonesia, dsb.) yang terdiri dari unsur akademisi, industri, peneliti, organisasi pengembang standar, badan standardisasi nasional dan internasional, dan pemerintah itu saling mendiskusikan dan bertukar pengalaman terkait perkembangan pendidikan standardisasi di belahan dunia.

Materi yang dibahas meliputi kebutuhan tenaga ahli di bidang standardisasi di industri, pengembangan kurikulum standardisasi yang melibatkan multidisiplin ilmu (disiplin ilmu hukum, ekonomi, dan teknik), media pembelajaran yang inovatif, penelitian serta sosialisasi pendidikan standardisasi di masyarakat sekolah dasar dan menengah. Selanjutnya forum juga menyatakan bahwa untuk menjadi negara unggul di era perdagangan global ini, suatu negara haruslah unggul dalam tiga pilar ini  yaitu senantiasa menghasilkan produk-produk yang inovatif, mengakui Hak atas Kekayaan Intelektual dan mengembangkan & menerapkan Standar baik nasional maupun internasional. Lebih jauh dikatakan bahwa produk baru bisa dikatakan inovatif bilamana produk tersebut sudah diproduksi masal dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Sebagai syarat untuk bisa diproduksi masal, haruslah dipenuhi persyaratan standar-standar yang dirujuk apakah itu standar nasional atau internasional dimana pasar meminta dan agar produk yang inovatif ini tidak menemui hambatan teknis dalam perdagangan (technical barrier to trade) terkait dengan persyaratan standar tau regulasi. Standar-standar yang dipersyaratkan tersebut bisa mencakup standar bahan baku, standar proses produksi, standar kompetensi SDM, standar produk, standar layanan, dsb.

        Di sela-sela hangatnya diskusi, juga ditampilkan karya mahasiswa Teknik Industri Universitas Surabaya berupa media sosialisasi pendidikan standardisasi di masyarakat, sekolah dasar dan menengah berupa permainan-permainan populer (contoh: Monopoli SNI). Media sosialsasi ini merupakan hasil salah satu tugas MK Standardisasi di Jurusan Teknik Industri. Semua peserta menunjukkan antusiasme dan apresiasi terhadap media sosialisasi yang inovatif ini dalam rangka turut serta meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pentingnya penerapan standar dalam menjaga lingkungan dan kesehatan, serta pemilihan produk-produk yang bermutu. Bahkan mereka mengatakan bahwa Indonesia sudah selangkah lebih maju didalam melakukan pendidikan standardisasi melalui media sosialiasi inovatif dan menyenangkan dibanding dengan negara-negara lain.


dikutip dari : www.ubaya.ac.id