LOGIN

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini237
mod_vvisit_counterKemarin247
mod_vvisit_counterMinggu ini715
mod_vvisit_counterBulan ini6455
mod_vvisit_counterSemua623702

MAP

Bahasa IndonesiaEnglish (United Kingdom)
Home Berita Andre Fudiono Kodrat, Mahasiswa Ubaya, Ciptakan Pentungan Padang Bisa Dipakai Alat Penerangan Jalan dan Gebuk Maling
Andre Fudiono Kodrat, Mahasiswa Ubaya, Ciptakan Pentungan Padang Bisa Dipakai Alat Penerangan Jalan dan Gebuk Maling
Senin, 12 September 2011 10:43
Share | |

Andre Fudiono Kodrat (21), mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Surabaya (Ubaya), membuat karya Pedang. Alat itu sangat membantu para sekuriti yang bertugas malam hari.

MULTIFUNGSI:Andre Fudiono Kodrat memamerkan pentungan padang karyannya

Lainin Nadziroh (Wartawan Radar Surabaya)

NAMA Pedang ini merupakan kepanjangan dari bahasa jawa, pentungan padang, yang berarti pentungan yang sekaligus berfungsi sebagai alat penerangan.  Andre mengaku berinisiatif membuat karya ini setelah melakukan pengamatan di Kampung Kendangsari, Surabaya. Dia melihat para sekuriti yang berjaga malam, namun senjata yang dimiliki kurang pas.

“Kalau bawa pentungan dan sekaligus sentolop dalam satu alat, kan lebih ringkas dan sangat membantu kinerjanya.” kata mahasiswa semester 5 jurusan Desain dan Manajemen Produk Ubaya ini. Andre pun berinisiatif membuat Pedang. Dia lantas memanfaatkan pipa paralon dan memotongnya sepanjang 60 cm dengan diameter 5 cm. Pipa paralon tersebut diberi rakitan sentolop pada salah satu ujung yang berdekatan dengan pegangan.

Agar praktis, dia gunakan pompa untuk energy yang dipakai Pedang. “Saya cari yang ergonomis juga untuk pegangannya. Jadi biar lebih gampang cara menggunakannya.” jelas Andre.

Setelah rangkaian dimasukkan ke dalam paralon, bagian yang masih kosong diisi bubur koran. Bubur koran ini dicampur dengan kanji. Setelah itu, campuran dipadatkan hingga memenuhi seluruh paralon. Agar antara rangkaian senter pompa dengan bubur koran tidak terganggu, Andre menguncinya dengan karet sandal jepit. “Karet sandal jepit itu kan elastis, tapi juga kuat,” tuturnya.

Kuncian sandal jepit ini dinilai Andre penting untuk menghindari terjadinya tabrakan dengan rangkaian listrik. Sebagai finishing, paralon diampelas hingga bagus.

Sistem pengoperasian Pedang ini sangat gampang. Ketika kondisi darurat dan nyala sentolop mulai redup, maka bisa langsung segera di-charge. Tak perlu bingung mencari stop kontak listrik. Namun cukup men-charge dengan memompanya beberapa saat. “Biaya pembuatannya sekitar Rp 100 ribu saja.  Ini hand made semua.” Timpal Andre.

Pedang ini, tukas Andre bisa multifungsi. Tak hanya bisa dipakai untuk menggebuk maling, namun juga  bisa menjadi alat penerangan jalan.


dikutip dari : www.ubaya.ac.id