LOGIN

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini3
mod_vvisit_counterKemarin151
mod_vvisit_counterMinggu ini590
mod_vvisit_counterBulan ini4219
mod_vvisit_counterSemua634029

MAP

Bahasa IndonesiaEnglish (United Kingdom)
Home Berita Dosen Ubaya Raih Endeavour Awards 2011
Dosen Ubaya Raih Endeavour Awards 2011
Sabtu, 08 Oktober 2011 00:00
Share | |

Rancang E-Business Industri Sepatu

suarasurabaya.net| Dosen Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Surabaya (Ubaya), Gunawan PhD, meraih Endeavour Awards 2011, sebuah penghargaan bergengsi dari pemerintah Australia pada kategori Post Doctoral Research Fellowship.


alt
             "Gunawan PhD"

Gunawan mendapatkannya setelah dia bersama timnya di Ubaya merancang e-business bagi klaster industri alas kaki di Jawa Timur.

Penghargaan itu membuat Gunawan terbang ke Negeri Kanguru itu selama 6 bulan untuk meneliti dinamika klaster industri di negara bagian Victoria yang beribukota di Melbourne. Di sana, Gunawan meneliti bagaimana klaster industri menggunakan teknologi informasi dan komunikasi untuk mendukung aktivitasnya.

Gunawan pun mewawancarai para pejabat pemerintah yang menyeponsori program pengembangan klaster, dan sejumlah manajer klaster industri di sektor information technology, e-learning, green IT, food co-products, poultry, engineering service, dan manufacturing.

“Hasilnya, ada beberapa pelajaran menarik yang mungkin bias diterapkan bagi pengembangan klaster industri di Indonesia,” kata Gunawan di kampus Ubaya Tenggilis, Kamis (6/10/2011), setelah pulang dari Australia.

Pertama, menurut dia, bahwa pemerintah Australia memang serius mengembangkan ekonomi regional melalui pendekatan klaster industri, baik untuk industri tradisional maupun industri yang berbasis teknologi informasi.

Kedua, ada cara-cara inovatif untuk mengarahkan acara-acara networking agar tak berhenti sampai di acara, tetapi mengarah kepada kerja sama bisnis yang menguntungkan.

Ketiga, lanjut Gunawan, adanya gagasan inovatif terkait bagaimana klaster industri yang diawali pemerintah bisa lestari (sustainable) setelah pendanaan dari pemerintah berakhir.

“Keempat, adanya kecenderungan penggunaan teknoklogi informasi, yaitu enterprise 2.0 (web 2.0) dengan social networking-nya untuk mendukung komunikasi dan kolaborasi antar anggota klaster industri,” kata Gunawan, seperti dalam siaran pers Humas Ubaya yang diterima suarasurabaya.net, Kamis.

Kelima, lanjut dia, hubungan antara pemerintah, industri, dan perguruan tinggi yang intensif dan terjadi secara alami dalam berbagai aktivitas atau program untuk pembangunan ekonomi regional.

Pemerintah Australia, menurutnya, tampak serius berkomitien mengembangkan digital economy, clean technology, dan creative industry sebagai kunci keunggulan ekonomi di masa depan Gunawan melihat, yang akan terjadi dalam persaingan global mendatang bukanlah antar keunggulan individu perusahaan, melainkan antar keunggulan klaster industri regional.

“Pelajarannya, keseriusan dan komitmen pemerintah, pelaku bisnis, dan perguruan tinggi serta lembaga riset sangat diperlukan untuk mewujudkan daya saing industri Indonesia di kancah persaingan global,” ujar Gunawan.

dikutip dari : www.ubaya.ac.id