LOGIN

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini3
mod_vvisit_counterKemarin151
mod_vvisit_counterMinggu ini590
mod_vvisit_counterBulan ini4219
mod_vvisit_counterSemua634029

MAP

Bahasa IndonesiaEnglish (United Kingdom)
Home Berita Kreatif... Membuat Jungkat-Jungkit dari Kardus Bekas
Kreatif... Membuat Jungkat-Jungkit dari Kardus Bekas
Senin, 16 Januari 2012 00:00
Share | |

suarasurabaya.net| Bahan kardus bekas ternyata bisa dimanfaatkan menjadi mainan anak-anak seperti jungkat-jungkit. Bentuknya pun juga bisa dibuat bermacam-macam.

Mahasiswa Jurusan Desain Manajemen Produk (DMP) Fakultas Teknik Universitas Surabaya (Ubaya) berhasil memanfaatkan bahan bekas itu menjadi mainan jungkat-jungkit berbentuk sepeda motor, pesawat terbang, singa laut, jerapah dan masih banyak lainnya.

alt
"ASYIK: Balita di tempat penitipan anak Ubaya memainkan aneka macam jungkat-jungkit dari kardus kemarin (12/1). [foto. doc : Jawa Pos]"


Karena memanfaatkan bahan bekas, mainan anak ini tidak mahal dan bisa dilakukan orang umum. Mainan ini juga kuat sehingga mampu menopang beban anak-anak. Karya ini merupakan tugas mahasiswa mata kuliah Desain Produk I yang dilakukan selama musim liburan dengan memanfaatkan barang bekas rumah tangga. Pemilihan tema jungkat-jungkit dipilih dengan alasan sebagian besar jenis mainan seperti ini biasanya dibuat dari kayu atau besi yang harus dibeli.

”Selain itu, permainan ini cukup digemari anak-anak di segala tingkat ekonomi keluarga”, ungkap Guguh S.T dosen Desain Manajemen Produk Fakultas Teknik Ubaya, seperti dalam siaran pers yang diterima suarasurabaya.net, Selasa (10/1/2012).

Dalam tugas mata kuliah ini, karya mahasiswa masih dibatasi pada estetika dan fungsional, belum sampai pada biaya produksi dan penjualan. Namun hasilnya menarik, terbukti dengan hasil yang dicapai sangat inspiratif dan aplikatif. Harapan mereka, para orang tua yang membaca panduan pembuatan dapat membuat mainan jungkat jungkit untuk anaknya dengan biaya yang terjangkau.

Hasil karya mahasiswa ini akan diperagakan dan dimainkan oleh anak-anak Taman Penitipan Anak(TPA)

Ubaya pada Kamis, 12 Januari 2011 di Taman Penitipan Anak (TPA) gedung PKLP Fakultas Psikologi Kampus Tenggilis Ubaya.(ipg)

Teks Foto:
1. Jungkat-jungkit dari bahan kardus bekas yang berbentuk pesawat.
2. Berbagai bentuk jungkat-jungkit yang menyerupai kuda, anjing laut dan harimau.
Foto: Humas Ubaya

Dikutip dari: SuaraSurabaya.net


Olah Kardus Jadi Jungkat-jungkit

SURABAYA – Berbekal kreativitas, para mahasiswa Jurusan Desain dan Manajemen Produk (DMP) Ubaya membuat jungkat-jungkit dari kardus. Aneka bentuk diciptakan dari kardus bekas itu, mulai pesawat terbang, jangkrik, hingga anjing laut. Kemarin (12/1) karya-karya itu dicoba langsung di tempat penitipan anak.

"Kardus-kardus itu cukup kuat untuk menahan berat anak-anak," kata Yolivia Bratamijaya. Mahasiswi semester tiga itu mengungkapkan, agar jungkat-jungkit itu lebih kuat, setiap bagian dirangkap dua. Potongan kardus itu ditata sedemikian rupa untuk mendapatkan bentuk artistik yang diinginkan. Salah satu caranya adalah memberikan rongga. Dengan demikian, potongan kardus itu membentuk benda tiga dimensi.

”Kami bikinnya tidak asal-asalan lho," imbuhnya. Ada studi kecil tentang tinggi tubuh anak, panjang tangan, tinggi betis, serta panjang punggung. Berdasar data itu, dia pun membuat cetakan bentuk binatang. Kebetulan yang dia buat untuk jungkat-jungkit adalah anjing laut yang seolah menyunggi bola dengan mulut.

Dia membutuhkan waktu sekitar dua minggu untuk menyelesaikan pembuatan alat permainan anak itu. Jungkat-jungkit itu punya dimensi panjang satu meter dan tinggi 50,5 cm. Lebarnya untuk digunakan sebagai tempat duduk anak, sekitar 25 cm. "Ini bisa digunakan anak usia lima tahun," ujarnya.

Pada kesempatan itu dipamerkan tak kurang dari 25 jungkat-jungkit. Cara memainkannya cukup mudah untuk anak usia balita. Yakni, dengan mengayunkan ke depan dan ke belakang.

Mereka yang kebetulan berada di tempat penitipan anak itu bergantian memainkan alat tersebut. "Ternyata memang digemari anak-anak. Mungkin karena bentuknya yang berbeda dari yang lain," kata Gabriela Delavin Halim. Dia membuat jungkat-jungkit dengan model pesawat terbang. Mereka berdua menghadiahkan alat tersebut
kepada keponakan masing-masing

dikutip dari : www.ubaya.ac.id