LOGIN

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini56
mod_vvisit_counterKemarin114
mod_vvisit_counterMinggu ini1154
mod_vvisit_counterBulan ini3559
mod_vvisit_counterSemua633369

MAP

Bahasa IndonesiaEnglish (United Kingdom)
Home Berita Dua Jalur yang Berbeda tetapi Saling Mendukung
Dua Jalur yang Berbeda tetapi Saling Mendukung
Senin, 13 Februari 2012 00:00
Share | |

Suatu kemajuan yang baik jikalau ada salah satu SMK di Indonesia yang bisa membuat mobil berbahan bakar gas. Memang kita seharusnya turut bangga terhadap hal tersebut. Namun bukan berarti tingkatan pendidikan yang lebih tinggi yaitu mahasiswa dikatakan kalah terhadap siswa SMK.


alt


"Dr. Dra. Amelia, M.T

Sebab terdapat dua jalur yang berbeda di dalam dunia pendidikan sendiri, yaitu jalur akademik dan jalur profesi. Pendidikan didalam dunia perkuliahan merupakan jalur akademik. Mahasiswa pastinya diberi pembekalan berupa pola pikir yang lebih luas secara desain atau membuat benda yang sudah ada menjadi lebih baru dan inovatif. Dimana pola pikir mahasiswa diasah untuk memperbaharui yang sudah ada.

Setiap mahasiswa dituntut membuat sesuatu hal yang baru berdasarkan pengetahuan luas dan bertumpu pada teori yang kuat. Dan mahasiswa S1 memang diajarkan materi umum yang kerap kali disebut secara general. Berbeda halnya dengan jalur profesi. Jalur profesi cenderung melatih kemampuan seseorang dalam membuat atau merakit benda.

“Untuk mahasiswa yang berada pada jalur profesi, tidak berarti tidak dapat menjadi seorang direktur atau jabatan tinggi lainnya,” tutur Dekan Teknik Dr. Dra. Amelia, M.T. Semua hal tersebut memungkinkan jika didasarkan dengan kemauan gigih untuk belajar lebih lagi. Sebab kenyataan dalam dunia kerja, seseorang membutuhkan kreatifitas yang tinggi dan harus berpikir untuk masa depan.

Menurut Dr. Dra. Amelia, M.T., di era millennium ini memang tidaklah mudah menjalani suatu pekerjaan. Jika ingin mendapatkan sesuatu yang diinginkan atau yang akan dicapai, memerlukan usaha yang cukup keras. Banyak hal yang harus dipelajari dan dikembangkan untuk mendukung di dunia pekerjaaan. “Perlu sedikit kerja keras dan untuk masa depan, konsep teknik tetap diperlukan. Karena semakin ke depan, kretifitas selalu baru dan tidak pernah mati,” ungkap dekan FT ini. Di dalam setiap bidang memiliki pengetahuan yang berbeda dan memiliki hasil yang berbeda. Kedepannya lebih baik kita semua saling bahu-membahu dalam membangun Negara Indonesia.

dikuti dari : www.ubaya.ac.id