LOGIN

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini3
mod_vvisit_counterKemarin151
mod_vvisit_counterMinggu ini590
mod_vvisit_counterBulan ini4219
mod_vvisit_counterSemua634029

MAP

Bahasa IndonesiaEnglish (United Kingdom)
Home Berita Lewati Rintangan Dengan Mata Tertutup di Lomba ILPC Ubaya
Lewati Rintangan Dengan Mata Tertutup di Lomba ILPC Ubaya
Selasa, 28 Februari 2012 00:00
Share | |

Sebanyak 32 tim pelajar SMA dari berbagai kota di Indonesia, Jumat (24/2), tampil di semifinal Informatics Logical Programming Competition (ILPC) atau lomba logika dan pemrograman di jurusan Teknik Informatika Fakultas Teknik, Universitas Surabaya. Dalam semifinal itu, mereka berlomba dalam empat bidang, meliputi programing, games, logika, dan enkrepsi (memecahkan kode-kode program).



Saat games, mereka memainkan dua jenis permainan. Yaitu permainan menyentuh angka dan halang rintang. Saat halang rintang, setiap tim yang terdiri atas dua atau tiga siswa, dibagi tugasnya dengan menjadi si buta, si bisu, dan si tuli.

Si buta harus berjalan di arena halang rintang dengan dikomando si tuli dengan membalikkan badan dari arena halang rintang. Si tuli ini kemudian mendapat instruksi untuk meneriakkan langkah-langkah si buta di arena halang rintang dari si bisu. Tentunya si bisu memberi intruksinya dengan isyarat tangan.

Dalam games atau permainan ini, tim ditunjukkan bagaimana kerjasama yang ada diantara mereka.

"Aduh, maaf ya Din, aku tidak bisa baca isyaratmu, sehingga aku bilang lompat dua langkah, lha kok malah nabrak," teriak Arman, yang bertugas sebagai si tuli. Sedangan yang disebut Din, adalah Dina, rekan setim mereka yang bertugas sebagai si butam Sementara Budi, sebagai si bisu. Ketiganya adalah tim dari SMA Sragen, Jawa Tengah.

Vincentius Rendy, Ketua Panitia ILPC, menyebutkan games ini hanyalah satu jenis yang harus dilalui dalam lomba. "Tapi pos dengan permainan ini ada tujuh pos. Dan merekaa harus memainkan," jelasnya.
Selain games, jenis lomba lainnya adalah logika. Dimana di pos logika, mereka harus menampilkan yel-yel tim dan menjawab pertanyaan logika berupa matematika dan fisika. Sedangkan di lomba jenis programing, mereka diminta melakukan programing yang menjadi soal.

"Ini adalah lomba utamanya. Yang lain-lainnya hanya untuk hiburan, agar mereka bisa mengikuti lomba secara fun," jelas Rendy.

Untuk babak selanjutnya, dari 32 tim ini, akan dirangking 15 besar untuk lanjut ke final. Yang digelar Sabtu (25/2) hari ini. Materinya, berupa programing.

Sebelumnya, para peserta semi final ini adalah hasil seleksi secara online dari 89 tim yang lolos untuk ikut lomba. Mereka berasal dari berbagai SMA di Surabaya, Sragen, Semarang, Makasar, Tangerang, Denpasar dan Sumenep.

dikutip dari : www.ubaya.ac.id