LOGIN

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini2
mod_vvisit_counterKemarin134
mod_vvisit_counterMinggu ini2
mod_vvisit_counterBulan ini2069
mod_vvisit_counterSemua650583

MAP

Bahasa IndonesiaEnglish (United Kingdom)
Home Berita Studi Lapangan Jurusan Teknik Industri ke PT. Tjiwi Kimia dan PT. Lautan Natural Krimerindo
Studi Lapangan Jurusan Teknik Industri ke PT. Tjiwi Kimia dan PT. Lautan Natural Krimerindo
Selasa, 11 November 2014 13:40
Share | |


 

Pada tanggal 31 Oktober 2014 mahasiswa semester 5 dan 7 Teknik Industri Ubaya beserta dosen mengunjungi dua pabrik yang terletak di Mojokerto. Pabrik pertama yang dikunjungi adalah PT. Tjiwi Kimia. Kami mendapatkan penjelasan dari Bapak Sugianto sebagai General Affair Manager dan Bapak Tjiptono sebagai Safety Manager di PT. Tjiwi Kimia. Pabrik Tjiwi Kimia telah berdiri sejak tahun 1972, semula merupakan pabrik kimia yang memproduksi kaustik soda, didirikan oleh bapak Eka Tjipta Widjaja. Pada tahun 1978 pabrik Tjiwi Kimia mulai memproduksi kertas. Pegawai Tjiwi Kimia kini ada hampir 12.000 pegawai, dimana 4.000 karyawannya berasal dari lingkungan sekitar yaitu Kecamatan Tarik. Pabrik semula memiliki 2 mesin kertas, denÄ£an bahan baku utama ampas tebu karena banyak pabrik gula di Jawa Timur. Bahan baku ampas tebu kemudian diganti karena tebu makin sulit didapat dan pabrik gula sedikit yang beroperasi. Bahan bakunya diubah menjadi pulp (serat panjang dan pendek) serta waste paper, yang pabriknya didirikan di Palembang. Sedangkan bahan baku pembantu adalah clay, tapioka, resin, aluminium, dan pewarna.

Pada tahun 2007 jumlah mesinnya menjadi 12 mesin kertas dan unit converting. Empat puluh lima persen pekerja bekerja di  bagian  converting yang semula untuk memproses kertas-kertas yang tidak laku, namun sekarang menjadi unit bisnis yang menguntungkan seiring dengan semangat paperless pada masyarakat. Tjiwi memiliki pembangkit sendiri sebesar 100 MW dan akan ditambah dengan pembangkit baru dengan daya 90 MW. Pabrik terdiri dari divisi mill, converting, chemical, limbah,  calcium carbonat, dan carbon box. Pak Sugianto kemudian menjelaskan soal Tjiwi yang menjadi salah satu role model untuk pencegahan aidsCompany Social Responsibilty (CSR) program Tjiwi beragam dari bantuan infrastruktur, bantuan prasarana, rumah pintar, beasiswa, pelayanaan kesehatan,  mitra ekonomi (untuk produkhandmade dan berperan dalam penyediaan alat transporatasi), pertanian dan peternakan, pengolahan sampah (kawat pengikat pulp bisa diolah menjadi engsel dan gantungan baju), penghijauan, pembangunan prasarana, sisa batubara bisa diolah menjadi paving. Kemudian kami mengunjungi kompleks pabrik Tjiwi yang luas dan turun di dua tempat produksi.


Selanjutnya kami mengunjungi PT. Lautan Natural Krimerindo (LNK). Sambutan yang hangat kami terima dari pegawai-pegawai PT. LNK yang mempersiapkan acara khusus bagi kami. Sebelumnya, dijelaskan bahwaholding PT. LNK adalah PT. Lautan Luas, Tbk, yang sudah berdiri sejak tahun 1951 di Jakarta, dan bidang kerjanya adalah pengolahan bahan kimia. Pada tahu  1970 berdiri pabrik-pabrik lain, dan akhirnya PT. LNK didirikan pada tanggal 23 April 2010 di Mojokerto karena udara dan airnya bagus. Produknya adalah non dairy creamer, dengan bahan dasarnya adalah oil dan glucose. Sertifikasi yang dimiliki adalah ISO 9001 dan 22000 yang diperoleh pada tahun 2013, serta sertifikat halal pada tahun 2012. Pabrik ini dilengkapi mesin terbaru dari Eropa sehingga bisa menghasilkan produk yang berkualitas tinggi. Proses produkai disertai dengan cleaning in place sehingga peralatan bisa bersih sebelum dimulai produksi lainnya. Pada divisi research ada mini plant tempat serangkaian produksi dalam skala kecil untuk mendapatkan creamer sesuai spesifikasi yang diharapkan. Selain itu terdapat pula laboratorium aplikasi, sensor, mikrobiologi, kimia dan fisika.

Produk creamer ini dapat ditambahkan pada roti, sereal, es krim, biskuit dan snack, bumbu, dan permen. Terdapat sistem pengolahan limbah yang ketat. Untuk raw material, ditetapkan dalam suatu standar dengan melakukan Standard Operating Procedure (SOP). Ketidaksesuaian material dikendalikan sesuai standar non conformity material product handlingCleaning dan sanitasi peralatan serta tangki dilakukan secara berkala untuk mencegah kontaminasi. Formulasi merupakan hal penting untuk menjamin produk standar. Formulasi dikendalikan oleh team Research and Development. Material formulasi yg dikirimkan ke produksi dalam bentuk packet batch, mampu ditelusur dengan kode batch yang tercantum dalam form. Penimbangan dilakukan di ruang terkontrol agar tidak ada mikrobiologi yang tumbuh. Setelah penjelasan di ruang pertemuan, selanjutnya kami dibagi dalam kelompok-kelompok kecil dan berkeliling ke lantai produksi, gudang, laboratorium dan pengolahan limbah. Acara ditutup setelah foto bersama, menyicip produk dan mengikuti kuis yang telah dipersiapkan. (IH).