LOGIN

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini21
mod_vvisit_counterKemarin143
mod_vvisit_counterMinggu ini21
mod_vvisit_counterBulan ini3137
mod_vvisit_counterSemua642944

MAP

Bahasa IndonesiaEnglish (United Kingdom)
Home Berita HANG-MAN: Alat Bantu Berpakaian bagi Tuna Daksa
HANG-MAN: Alat Bantu Berpakaian bagi Tuna Daksa
Kamis, 05 Maret 2015 19:57
Share | |

Prestasi yang luar biasa datang lagi dari Fakultas Teknik - Teknik Manufaktur. Produk HANG-MAN mendapatkan Juara 1 dan Juara Favorit GS ASTRA Power of Innovation Awards 2014, PT. ASTRA Otoparts, Jakarta, 8 Desember 2014. Tim mahasiswa Teknik Manufaktur Universitas Surabaya (Ubaya) menciptakan alat bantu bagi penyandang tuna daksa untuk menggunakan pakaian sendiri. "Setiap hari, kami melakukan aktivitas berpakaian dan terlintas di benak kami, bagaimana dengan orang yang tuna daksa. Mereka pasti sangat sulit untuk berpakaian," kata anggota tim mahasiswa Ubaya, Andrew Setijo. Akhirnya, ia bersama ketiga rekannya melakukan survei ke beberapa yayasan tuna daksa di Surabaya. Hasilnya, penderita tuna daksa yang tidak memiliki kedua tangan membutuhkan bantuan orang lain dalam menggunakan pakaian.

Selain itu, kaum tuna daksa wanita juga memiliki kesulitan tersendiri jika dibantu orang lain dalam berpakian, karena bersifat privasi. "Selama ini, penderita tuna daksa dengan cacat kedua tangan, mereka menggunakan kakinya untuk berpakaian," kata Ketua III BK3S (Badan Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan Sosial) Provinsi Jawa Timur Farida Martarina. Oleh karena itu, ia sangat mengapresiasi kepedulian mahasiswa Teknik Manufaktur Ubaya terhadap kaum difabel saat uji fungsi dan performansi dari alat bantu ciptaan mahasiswa yang dinamakan Hang-Man itu. Mekanisme kerja Hang-Man adalah ada dua bantalan di kanan dan kiri untuk memasukkan pakaian menggunakan kaki. "Selanjutnya, penderita tuna daksa menginjak salah satu tombol di remote control untuk melebarkan kaos/pakaian atasan yang sudah dimasukkan ke dalam bantalan," katanya, didampingi tiga rekannya, Rudi Gunawan, Prisca Agustina R dan Melkior Fajar.

Langkah berikutnya, penderita tuna daksa menginjak tombol yang lain untuk menaikkan bantalan setinggi bahu, kemudian penderita memasukkan kepala dan badannya ke dalam kaos/pakaian atasan. Disini penderita hanya perlu menekan tombol turun sehingga kaos/pakaian akan ikut turun dan terpasang di badannya. Remote control sengaja ditaruh lantai supaya memudahkan pengoperasian Hang-Man. "Hang-Man tidak hanya mampu untuk membantu memakai pakaian atasan, baik kaos maupun hem. Kami hanya perlu menambah satu komponen lagi, maka Hang-Man bisa membantu menggunakan pakaian bawahan," kata Rudi Gunawan. Tidak hanya itu, karya mahasiwa Teknik Manufaktur Ubaya itu akhirnya meraih Juara 1 dalam lomba bertajuk "GS Astra Power of Innovation Awards" (GSPIA) 2014 yang diadakan GS Astra untuk merayakan ulang tahun ke-40 dari produsen aki itu.

Tim Teknik Manufaktur Ubaya terdiri dari 4 mahasiswa sebagai tim inti (Rudi Gunawan, Andrew Setijo, Prisca Agustina, Melkior Fajar BTAN), dan 3 mahasiswa sebagai tim pendukung (Herman Susanto, Jessica, Chandra Sudomo Halim). Tim ini dibimbing oleh Bapak Sunardi Tjandra, ST., MT. (editedhttp://www.antarajatim.com)