LOGIN

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini30
mod_vvisit_counterKemarin158
mod_vvisit_counterMinggu ini639
mod_vvisit_counterBulan ini2701
mod_vvisit_counterSemua642508

MAP

Bahasa IndonesiaEnglish (United Kingdom)
Home Berita Tiga Tahun di Negeri Orang
Tiga Tahun di Negeri Orang
Senin, 05 Oktober 2015 15:50
Share | |

Berangkat 28 Mei 2012, kembali 12 Juli 2015 dengan menyandang gelar PhD. Itulah sepenggal perjalanan karir Bapak Eric Wibisono, salah satu dosen tetap Teknik Industri Ubaya. Pak Eric sukses menempuh program PhD selama 3 tahun pada School of Industrial Engineering dengan beasiswa penuh dari Suranaree University of Technology, Thailand. Beasiswa penuh dan waktu studi yang singkat ini tentu merupakan prestasi yang membanggakan. “Tiga tahun memang lebih cepat daripada program PhD lain yang umumnya 4 tahun,” demikian penjelasan Pak Eric. “Tapi di Thailand hal ini umum dan memungkinkan untuk dicapai asal kita mau bekerja keras. Selain itu beasiswanya hanya 3 tahun, kalau tidak selesai saya harus bayar sendiri. Saya tidak mau,” lanjutnya sambal tertawa. 

Bidang riset yang didalami Pak Eric untuk disertasinya adalah maritime logistics. “Lebih tepatnya model kolaborasi antara dua perusahaan pelayaran untuk meminimumkan biaya dengan cukup fair tanpa harus merugikan salah satu perusahaan,” terang Pak Eric. Mengingat kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan, berbagai kajian di bidang ini tentu sangat dibutuhkan, terlebih melihat keseriusan pemerintah RI di bawah kepemimpinan Bapak Presiden Jokowi dalam mengembangkan sektor maritim Indonesia melalui implementasi konsep Tol Laut/Pendulum Nusantara.

“Saya memilih topik ini memang dengan harapan dapat mengontribusikan tenaga dan pikiran saya kelak di bidang maritime logistics Indonesia. Karena cukup ironis, meskipun sebagai archipelago terbesar di dunia dengan lebih dari 17 ribu pulau, di bidang kelautan kita sangat tertinggal dibanding negara-negara lain bahkan yang bukan negara kepulauan seperti Singapura dan Belanda.”


Ditanya apa kesannya selama 3 tahun di negeri orang, Pak Eric menjawab bahwa salah satu prinsip hidupnya adalah carpe diem – mencoba menikmati dan berbuat yang terbaik di manapun ia berada. “Tentu banyak suka duka. Sukanya adalah berbagai pengalaman baru, baik pengalaman hidup maupun akademik. Dukanya adalah harus jauh dari keluarga. Tapi komitmen sudah diambil sebelum berangkat, jadi ya harus dijalani sebaik mungkin dengan terus berkarya,” kata Pak Eric menutup pembicaraan.

Welcome back, Pak Eric! Selamat bertugas kembali di jurusan dan kampus tercinta. (diadopsi dari: http://ti.ubaya.ac.id/index.php/berita-mainmenu-2/193-tiga-tahun-di-negeri-orang.html)