LOGIN

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini5
mod_vvisit_counterKemarin151
mod_vvisit_counterMinggu ini592
mod_vvisit_counterBulan ini4221
mod_vvisit_counterSemua634031

MAP

Bahasa IndonesiaEnglish (United Kingdom)
Home Berita Beradu Strategi di Ubaya Robosoccer Competition 2008
Beradu Strategi di Ubaya Robosoccer Competition 2008
Minggu, 23 November 2008 08:42
Share | |
Ratusan pelajar meramaikan Ubaya Robosoccer Competition 2008 di BG Junction kemarin (22/11). Dalam kompetisi yang diselenggarakan Jurusan Elektro Fakultas Teknik Ubaya itu, para siswa diuji dengan memainkan software Simurosoft. Yakni, program permainan sepak bola dengan cara membuat strategi pertandingan.

Suasana Ubaya Robosoccer Competition 2008 [dok. Jawapos]


Susilo Wibowo, ketua panitia, mengungkapkan, ada 112 peserta yang meramaikan kompetisi tahun ini. Mereka berasal dari berbagai daerah di Jawa Timur. Mulai Surabaya, Jombang, Malang, hingga Tuban. ''Jumlah itu terbagi menjadi 56 tim. Satu tim terdiri atas dua orang,'' katanya. Empat tim terbaik dipilih di antara 56 tim tersebut.

Selain kompetisi robosoccer itu, ada juga kompetisi lain. Yakni, footboladiator. Dalam kompetisi tersebut juga ada sepak bola di komputer, tapi tidak ada aturan sama sekali. Siapa yang mencetak goal paling banyak dan dengan cara apa pun, tim itu menang. ''Footboladiator ini selingan agar peserta tidak jenuh saja,'' ujarnya.

Pertandingan kemarin itu baru seleksi untuk menuju babak selanjutnya. Hari ini (23/11) para peserta bakal beradu kepiawaian untuk berebut kursi juara dalam kompetisi itu. Pemenang pertama mendapatkan trofi, piala bergilir gubernur, serta uang pendidikan Rp 1,5 juta. Juara kedua, uang pendidikannya Rp 1 juta. Sedangkan juara ketiga akan mendapatkan Rp 750 ribu dan juara keempat Rp 500 ribu.

Misbachul Huda, salah seorang peserta dari SMAN 1 Tuban, menyatakan bahwa kompetisi robosoccer itu sungguh menyenangkan. Namun, memenangkannya tidak mudah. ''Peserta harus membuat strategi untuk memenangkan pertandingan,'' tuturnya.(alb/hud)

dikutip dari harian Jawapos, Minggu 23 Nopember 2008
[eko]