LOGIN

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini30
mod_vvisit_counterKemarin158
mod_vvisit_counterMinggu ini639
mod_vvisit_counterBulan ini2701
mod_vvisit_counterSemua642508

MAP

Bahasa IndonesiaEnglish (United Kingdom)
Home Berita Karya Inovatif Mahasiswa Ubaya, Sepeda Onthel Berfungsi sebagai Charger HP
Karya Inovatif Mahasiswa Ubaya, Sepeda Onthel Berfungsi sebagai Charger HP
Kamis, 15 Januari 2009 15:50
Share | |
Fredy Aristianto, Mahasiswa Universitas Surabaya (Ubaya), mengasilkan karya yang sangat inovatif. Yakni, sepeda ontel dengan penggerak motor tanpa bahan bakar minyak (BBM). Sepeda itu juga dikonsep bisa menyuplai listrik sehingga bisa berfungsi sebagai charger handphone.

INOVATIF: Fredy menunjukkan sepeda modifikasi karyanya
yang belum lama ini berhasil menjuarai
Ubaya National Inovation Challenge


Sepeda yang diberi nama Inovation Transforming Bike (Intib) itu juga menjadi juara kedua di ajang lomba Unik (Ubaya National Inovation Challenge) akhir November lalu. "Ide merancang sepeda itu berawal ketika mendapati banyak koran membahas polusi yang ditimbulkan kendaraan bermotor," ujar Fredy.

Setelah itu, dia mengaku terinspirasi untuk membuat kendaraan yang ramah lingkungan dengan tidak membuat polusi. Mahasiswa semester V itu lalu  merancang sepeda dengan penggerak motor listrik. Memang, sepeda dengan penggerak motor listrik sudah banyak di pasaran. Lalu apa bedanya? ," berbeda. Sepeda ini bisa mengisi tenaganya sendiri tanpa harus mencharger dulu," papar mahasiswa jurusan teknik industri tersebut.

Untuk itu, harus menambahkan beberapa komponen pada sepeda itu. Misalnya, motor listrik, boost converter (penaik tegangan), generator DC, dan dua buah aki untuk menyimpan energi tersebut. Namun, jika energi di baterai itu habis, sepeda tersebut dapat mengisi energi sendiri. "Kayuhannya akan memberikan suplai listrik yang akan disimpan aki," jelasnya.

Menurut Fredy, sepeda Intib itu dapat digunakan sejauh 30 kilometer tanpa mengayuh. Namun, untuk mengisi energi di aki tersebut, sepeda itu harus dikayuh selama lima jam terlebih dulu." Ini hitungan sekarang. Lama kayuhan itu akan saya perpendek," terang Fredy.(alb/hud)

Sumber: Jawa Pos, Kamis 25-12-2008
[fadjar]

dikutip dari www.ubaya.ac.id